(0271) 826285
sroyo.karanganyarkab.go.id

23-10-2026

WIB

Folklor Desa Sroyo

R. Ayu Aminah Lembah Manah adalah istri Sunan Giri dari Gresik, Surabaya. Beliau hendak menengok putranya yang berada di Jatinom, Klaten, yang telah lama mendirikan pondok pesantren dan masjid di sana. Putranya bernama Syekh Wasi Bagna Timur, atau lebih populer dengan nama Kyai Ageng Gribig Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.

Perjalanan Nyi Lembah Manah dari Gresik dikawal abdi dalem dalam jumlah yang cukup banyak, dan beliau diusung dengan tandu. Dalam perjalanan, sesampainya di Hutan Sroyo (Wana Sroyo), beliau ingin beristirahat dan mandi di Sendang Sroyo yang airnya masih jernih karena belum ada orang yang menempatinya. Konon, setelah mandi dan beristirahat, badan Nyi Lembah Manah terasa sakit dan akhirnya beliau wafat di tempat tersebut. Menurut keputusan para pengawal, beliau dimakamkan di Wana Sroyo dan peristiwa itu dilaporkan kepada Kyai Ageng Giri di Gresik.

Pada masa Sultan Agung Mataram berkuasa, sang Raja memahami riwayat tersebut. Seiring makin dikenalnya Wana Sroyo sebagai tempat makam orang luhur, banyak orang membuka hutan (babad alas) untuk dijadikan pemukiman, yang lama-kelamaan menjadi Dusun Sroyo. Dari tahun ke tahun penduduk Dusun Sroyo semakin ramai hingga akhirnya menjadi pemerintahan Desa Sroyo sampai sekarang.